Kuliah Tamu Etika Profesi Bersama Oketiket.com; Hardskill dan Softskill harus Seimbang

Program Studi Informatika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta kembali menggelar Kuliah Tamu Etika Profesi pada Jumat (18/11/2016) bertempat di ruang sidang II gedung C lantai 3 FMIPA UNS. Pada Kuliah Tamu Etika Profesi ini menggandeng oketiket.com dengan menghadirkan Rianto selaku CEO oketiket.com

Dalam sambutannya, Haryono Setiadi, selaku dosen Etika Profesi Prodi Informatika menjelaskan bahwa kuliah tamu etika profesi ini bertujuan untuk menghadirkan praktisi di dunia industri, khususnya di bidang Teknologi dan Informasi, sehingga bisa menambah wawasan, terutama tentang etika profesi dalam dalam dunia kerja. Selain itu, kuliah tamu ini merupakan serangkaian kuliah tamu mata kuliah Etika Profesi yang diadakan rutin setiap semester. Pada kuliah tamu etika profesi sebelumnya dengan PT. Gameloft Indonesia (11/11/2016) mengangkat segi manajerial dalam dunia kerja bidang IT, maka pada kuliah tamu kali ini akan mengangkat dari segi teknisnya.

“Dalam dunia kerja, tidak hanya mengandalkan apa yang didapat dari kuliah saja, tapi harus punya softskill juga,” terang Rianto dalam kuliah tamu yang diberi judul Ilmu Komputer : Peluang dan Tantangannya. Dalam hal ini hardskill merupakan kemampuan teknis seseorang dalam mengerjakan suatu hal berdasarkan pada ilmu yang telah diperoleh. Sedangkan softskill merupakan kemampuan seseorang dalam menghadapi berbagai situasi sosial yang ada.

“Sering terjadi, saat di dunia kerja, kita harus mengerjakan sesuatu yang belum pernah di dapat di perkuliahan. Karena di perkuliahan kali’an dapat basic knowledge, dan tugas kalian adalah explore lagi basic knowledge yang kalian dapat,” papar Rianto. Selain itu, menurut Rianto akan lebih beik apabila mendapat sertifikat sesuai dengan bidang yang disukai, seperti sertifikat CCNA di bidang jaringan.

“Selain menguasai hardskill, kalian juga harus terus meningkatkan kemampuan softskill. Jangan menuntut, tapi buatlah perubahan dengan menghadirkan solusi yang kreatif, inovatif, dan inisiatif. Dan, kerja cerdas, jangan kerje keras. Karena jika kerja cerdas kalian pasti kerja keras, tapi kalau kerja keras, belum tentu kerja cerdas” tutup Rianto di akhir kuliah tamu etika profesi ini.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *