Mangan, Aplikasi Review Kuliner buatan Mahasiswa Informatika UNS

Kuliner merupakan salah satu potensi terbesar pariwisata Solo. Hal inilah yang mendorong Hamzah, Amelia dan Ely Desiana membuat sebuah aplikasi untuk ponsel android yang diberi nama Mangan, kependekan dari Mobile Pangan. Aplikasi ini sudah dapat diunduh di Google Playstore mulai 1 Agustus 2016.
Kalau berbincang dengan media pada hari Selasa, 2 Agustus 2016 di ruang Humas, Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS), Hamzah mengatakan bahwa awal terciptanya Mangan bermula dari kemenangan mereka dalam kompetisi yang diadakan oleh salah satu provider kartu seluler.
“Sekitar bulan Mei lalu, kita ikutan UNS Global Challenge, dan menang untuk kategori Pariwisata. Di situ kita diminta memikirkan sebuah solusi permasalahan pariwisata. Apa sih yang menarik dari Solo, dan bisa dikembangkan untuk menunjang pariwisatanya, akhirnya kita nemu kuliner yang menurut kita potensial banget untuk digarap,” ujar mahasiswa semester 8 Jurusan Informatika ini.
Aplikasi Mangan bertujuan untuk mengekspos potensi wisata kuliner di Solo dengan membuat semacam review. Mangan dilengkapi dengan informasi lokasi, kontak, menu makanan juga harga.
“Jadi kita mau bantu pengguna, baik yang asli orang Solo maupun pendatang yang kepingin cari referensi kuliner. Di Mangan komplit banget, jadi sebelum sampai tempatnya, kita udah punya gambaran soal rasanya juga harga,” tambah Amelia.

Sampai saat ini sudah ada sekitar 30 tempat makan yang di-review. Selain restoran atau cafe, jajanan pinggir jalan seperti bakso balut telur juga di-review. Sejak memromosikan Mangan pada awal Juni lalu melalui website, banyak pemilik usaha kuliner yang minta tempat makannya di-review. Sebut saja Pasta Buntel, Abata Donat, Popipop, Sego Pedes, Kimchi Resto, Balai Enak dan lain-lain.

“Untuk review kita gratis, dengan syarat dan ketentuan. Misalnya kita ada batasan menu, yaitu 3 menu. Kalo owner mau nambah ada biaya administrasi sekitar Rp 200 ribu – Rp 300 ribu,” lanjut Hamzah.

Agar Mangan semakin produktif, ketiganya menggandeng dua rekan lagi yakni Rio Pahlevy yang merupakan alumni Informatika UNS dan Ami Rosemarwati dari Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Gajah Mada, Jogja.

Pria berkacamata ini optimis Mangan bisa dijadikan langkah awal mereka memenangkan bisnis bersama. Bahkan mereka menargetkan pada akhir tahun 2017 mendatang, Mangan bisa merambah wisata kuliner di Yogyakarta.

Sumber : Koran Jitu

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *